Pages

Kamis, 04 Desember 2008

menjalin hubungan pasca pengkhinatan

kemarin saat saya sedang surfing di dunia maya, kemudian saya membaca sebuah tulisan di blog tentang menjalin hubungan pasca pengkhianatan.. Sebuah tulisan yang menarik.

umumnya pengkhianatan membuat rusaknya hubungan. Tidak jarang hal ini diikuti dengan putusnya hubungan antara pihak yang dikhianati dan pihak yang mengkhianati. Dalam level pernikahan bisa terlihat dari perceraian kedua belah pihak sementara dalam level pacaran adalah putusnya hubungan pacaran tersebut. Tidak banyak yang kemudian menjalin hubungan kembali pasca pengkhianatan.

Bagi pihak yang dikhianati, adalah suatu hal yang wajar jika kemudian memutuskan hubungannya dan tidak memberikan kesempatan kembali, mengingat sakit hati yang dirasakan oleh pihak yang dikhianati. Sebagaimana kata pepatah, tidak ada keledai yang terantuk kedua kalinya. Sementara itu pihak yang berkhianat yang mencoba untuk mempertahankan hubungan menggunakan argumen, bukankah wajar manusia berbuat khilaf..?

Hubungan pasca pengkhianatan tidak bisa berjalan sebagaimana hubungan yang sebelumnya terjadi. Ini memerlukan komitmen dari kedua belah pihak, dimana pihak yang berkhianat berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dan pihak yang dikhianati memaafkan pihak yang berkhianat. Pun demikian, tentu saja tidak semudah itu.. Pihak yang dikhianati akan merasa khawatir jika pasangannya mengkhianatinya kembali. Jadi tidaklah heran jika kemudian pembawaannya menjadi curiga dan selalu mempertanyakan cinta dari pasangannya tersebut. Pihak yang dikhianati tidak ingin kejadiaan yang sebelumnya menimpanya lagi padahal telah memberikan kesempatan kepada pihak yang berkhianat. Sakit yang dirasakan jika hal tersebut terjadi bisa jadi 2 kali lebih sakit daripada sakit yang sebelumnya.

Pihak yang berkhianat sudah seharusnya membuktikan dengan sungguh-sungguh bahwa memang dia menyesal dengan perbuatannya. Bukan justru menyerah dan bersikap sebaliknya, karena pembuktian yang sungguh-sungguh dapat menyakinkan pihak yang dikhianati. Ini penting mengingat faktor 'trust' adalah permasalahan di antara kedua belah pihak.

Perlu ada kemauan dari kedua belah pihak untuk saling berusaha memulihkan hubungan mereka jika kedua belah pihak memutuskan untuk menjalin hubungan kembali. Pihak yang dikhianati perlu bersikap positif terhadap usaha dari pihak yang mengkhianati. Sementara itu pihak yang berkhianat harus berusaha untuk menunjukkan bahwa dia memang benar-benar bersungguh-sungguh.

Kalau sudah menjalin hubungan lagi dan pihak yang berkhianat mengkhianati lagi.. wah ini berarti ada yang tidak beres dengan orang tersebut. karena sungguh-sungguh tidak memiliki hati.. semoga anda bukan termasuk orang ini.

0 comments:

Posting Komentar