Pages

Sabtu, 09 Maret 2013

Shuttle bus dari bandara mulai beroperasi jam 10 pagi. Jika ingin memulai hari lebih pagi, saya sarankan menggunakan bus umum. Tarif bus umum ini adalah 4.2 MOD yang dibayarkan di kotak di dekat sopir. Ada beberapa petunjuk tentang jenis bus serta objek wisata yang dilalui bus tersebut. Cukup membantu! Saya menunggu shuttle bus tiba sambil berselancar di dunia maya serta menikmati makan pagi saya (roti yang saya beli di seven eleven, seven eleven baru buka sekitar pukul 9 pagi). Bus yang pertama datang adalah the Venetian, sebenernya saya mau ke pusat kota (dengan shuttle bus dari Wynn atau Grand Lisboa) tapi karena bus yang saya inginkan belum datang, akhirnya saya ke the Venetian. Untuk menuju Wynn atau Grand Lisboa, dari the Venetian ke West Lobby dan menggunakan shuttle bus ke Macau Ferry Terminal, di sana baru berganti ke bus hotel yang dimaksud. Sekali lagi, semuanya gratis. Dari Grand Lisboa, saya berjalan menuju ke senado square. Senado Square cukup ramai, dan di sekitaran Senado Square ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Misalnya Holy House of Mercy, yang merupakan museum amal yang menampilkan benda-benda bersejarah dari seni religious. Buka setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur, jam 10.00 - 13.00, 14.30 - 17.30. Ruins of Paul (gratis). Museum of Sacred Art and Crypt, terletak di belakang Ruins of St. Paul. 

Senado Square

Jumat, 08 Maret 2013

Akhirnya jadi juga rencana buat backpacker ke Macau dan Hongkong. Tiketnya sudah saya beli sejak tahun lalu, dan sempat berpikir untuk membatalkannya karena thesis, konferensi dan magang. Namun akhirnya jadi juga.. meski saya harus mengubah jadwal kepulangan (dari semula tanggal 5 menjadi tanggal 3 Maret). Dan tentunya, harus merogoh kocek lagi, semula harga tiket pp 3,900 THB, karena merubah tiket harus menambah 1,100 THB. Dan ini adalah solo backpacker saya kedua di tahun ini.

Perjalanan Bangkok - Macau memakan waktu kira-kira 3 jam, dan Macau 1 jam lebih dahulu dibanding Bangkok. Seperti yang sudah direncanakan, saya menginap di bandara (hasil pencarian di internet menunjukkan bahwa saya bisa bermalam di sana). Lumayan, bisa mengurangi budget, mengingat harga penginapan di Macau cukup mahal. Semakin malam, banyak orang yang melakukan hal yang serupa. Bandara Macau cukup nyaman, ada beberapa kursi yang bisa dijadikan tempat untuk tidur dan juga fasilitas wifi (namun akan terputus dan harus menyambungkan lagi setiap 45 menit). Karena saya sampai di sana pukul 5 sore, jadi saya berpikir untuk menjelajah kota sebentar. Ada fasilitas shuttle bus yang disediakan hotel-hotel di Macau yang bisa dimanfaatkan, dan tentunya gratis. Saya naik bus Venetian dan menjelajah the Venetian. Selama di sana, ada banyak orang Indonesia yang saya temui, namun saya hanya bersapa dengan beberapa di antaranya. Mengitari the Venetian ini mengingatkan saya pada salah satu adegan di drama F4, ketika Sanchai naik gondola bersama Dau Ming Tse. Untuk naik gondola, harga yang ditawarkan adalah 100 dollar , namun saya tidak mencobanya karena mahal (akhirnya belum juga kesampaian naik gondola, ketika di Venezia saya juga tidak melakukannya dengan alasan yang sama).

Akhirnya jadi juga rencana backpacker ke Macau dan Hongkong. Tiketnya sudah dibeli sejak tahun lalu, dan sebetulnya sempat berpikir untuk membatalkan karena thesis, konferensi dan magang. Namun akhirnya jadi juga.. meski saya harus mengubah jadwal kepulangan (dari semula tanggal 5 menjadi tanggal 3 Maret). Tentunya, harus merogoh kocek lagi, semula harga tiket pp 3,900 THB, karena merubah tiket harus menambah 1,100 THB. Ini adalah solo backpacker saya kedua di tahun ini.

Perjalanan Bangkok - Macau memakan waktu kira-kira 3 jam, dan Macau 1 jam lebih dahulu dibanding Bangkok. Seperti yang sudah direncanakan, saya menginap di bandara (hasil googling, bisa bermalam di bandara). Artinya, saya bisa mengurangi budget trip ini karena harga penginapan di Macau cukup mahal. Semakin malam, banyak orang yang melakukan hal yang serupa. Bandara Macau cukup nyaman, ada beberapa kursi yang bisa dijadikan tempat untuk tidur dan juga fasilitas wifi (namun akan terputus setiap 45 menit). 

Saya sampai di Macau pukul 5 sore, jadi bisa menjelajah kota sebentar. Dari Bandara ke kota Macau cukup mudah karena ada fasilitas shuttle bus yang disediakan hotel-hotel dan casino di Macau yang bisa dimanfaatkan, dan tentunya gratis. Saya naik bus Venetian dan menjelajah the Venetian. Selama di sana, ada banyak orang Indonesia yang saya temui, hanya bersapa dengan beberapa di antaranya. Mengitari the Venetian ini mengingatkan saya pada salah satu adegan di drama F4, ketika Sanchai naik gondola bersama Dau Ming Tse. Harga yang ditawarkan untuk naik Gondola adalah 100 dollar, saya tidak mencobanya karena mahal (akhirnya belum juga kesampaian naik gondola, ketika di Venezia saya juga tidak melakukannya dengan alasan yang sama).

patung di dekat lobby utama the Venetian

in somehow, it reminds me of the memory in Venezia, Italy. I miss that city a lot


pertunjukan musik

Orang Indonesia yang saya temui di the Venetian menanyakan apakah sudah menonton pertunjukkan house of dancing water di City of DreamTertarik dengan gambaran merekasaya menuju ke City of Dreamsada shuttle bus gratis di West lobby tapi sebenarnya City of Dreams bisa ditempuh dengan jalan kaki, karena letaknya di depan the Venetian (melalui lobby utama). Sayangnya saya terlambat untuk ke sana, karena pertunjukkan selesai pukul 19.00 dan untuk melihatnya, lebih baik pesan tiket terlebih dahulu. 

Saya kemudian ke Galaxy yang juga tidak terletak jauh dari the Venetian. Ada shuttle bus gratis yang disediakan. Jika mau berjalan kaki bisa jugadari west lobby the Venetian kemudian berjalan kurang lebih 5 menit. Saya hanya di lantai dasar Galaxy dan melihat fortune diamond serta pertunjukkannya. Iseng-iseng melihat beberapa koin yang dijatuhkan di situ, saya ikut juga menjatuhkan recehan THB saya.

Fortune of Diamond @ Galaxy
saat pertunjukkan, fortune diamond akan bercahaya

Shuttle bus dari the Venetian ke bandara terakhir beroperasi jam 11 malam, karena takut tidak mendapatkan tempat, saya kemudian bergegas menuju shuttle bus ke bandara (ada di main lobby). Perjalanan saya di hari pertama hanya mengeluarkan uang untuk membeli makanan di Mc D yang ada di bandara.


Fountain show at Wynn Hotel Macau
Sunday to Friday: 11:00 am to 9:45 pm
Saturday and eve of public holiday: 11:00 am to 10:45 pm
Each show lasts approximately three minutes and runs alternately at 15 minutes intervals

Fortune of Diamond at Galaxy Hotel
Galaxy Hotel Lobby at the Cotai Strip
Sunday to Thursday: 10 am - 12 am
Friday to Saturday: 10 am -2 am


Jumat, 08 Februari 2013

Catper: Medan dan Danau Toba

Hari Pertama
Saya memutuskan untuk backpacker ke Medan dan Danau Toba sebelum berangkat ke Bangkok. Dari Pekanbaru saya menggunakan pesawat ke Medan, sebelumnya saya berniat naik bus sebagaimana perjalanan saya dari Medan ke Pekanbaru, namun karena saya baru sembuh dan ingin mempercapat waktu perjalanan akhirnya saya naik pesawat, untung ada promo. Ini adalah solo backpacker saya pertama di Indonesia, kata kawan saya untungnya kalau solo backpacker di Indonesia, paling tidak orang-orangnya bisa berbahasa Indonesia. 

sampai di bandara Medan sudah malam, jadi saya memutuskan untuk langsung ke penginapan, hasil berselancar di internet saya memutuskan menginap di Residence Inn. Harga taksi di Bandara Medan sudah tetap dan tidak ada argonya. Dari Bandara ke hotel, biaya taksi IDR 60,000. Hotelnya lumayan, ada fasilitas laundry dengan harga yang cukup murah IDR 5,000/ kg dan harga makanan di restorannya pun lumayan murah (tapi tidak termasuk sarapan pagi). Ada fasilitas wifi, namun hanya ada di restoran tidak di kamar. Kamarnya lumayan, namun saya menemukan ada kecoa di situ dan colokan kabel hanya 1. 

Senin, 13 Agustus 2012


tanda pengenal masuk di Museum of Siam
Jika anda sedang berkunjung ke Thailand, tidak ada salahnya datang ke Museum of Siam. Lokasinya, tidak jauh dari Grand Palace dan Wat Po. Dari kampus AIT bisa naik van di Thamassat University (30 THB) ke Victory Monument, lalu naik bus nomor 12 (8 THB). Alternatif yang lain bisa dari Mochit (maaf saya kurang tau nomor busnya), dan bus yang menuju Museum ini adalah bus no.  3, 6, 9, 12, 32, 44, 47, 53, 82, 524. Museum ini beroperasi hari Selasa - Minggu pukul 10.00-18.00. Tarif masuknya 100 THB untuk warga negara Thai dan 300 THB untuk turis. Kebetulan hari ini saya bisa masuk gratis karena mother's day.

Perjalanan pertama untuk mengetahui sejarah Thailand (Siam) dimulai dengan menonton film di Gallery 1: Immersive Theather. Di sini akan dikenalkan 7 karakter, yang nantinya akan lebih banyak diketahui di beberapa gallery yang lain.

(bersambung)

Senin, 16 Januari 2012

Akhirnya pesawat Ryan Air yang saya tumpangi, sampai di Kaunas, Lithuania setelah menempuh kurang lebih 2,5 jam perjalanan dari Tampere. Kaunas adalah kota terbesar kedua di Lithuania. Bandara Kaunas tidak terlalu besar, namun cukup memadai. Bandara ini beroperasi selama 24 jam, jadi jika ingin berkunjung ke Kaunas dengan penerbangan malam, bisa stay di bandara sambil menunggu pagi. Tidak hanya itu saja, ada tourist information section, dimana anda bisa bertanya-tanya.

Saya dan Wanna tidak berlama-lama di Kaunas karena kami harus mengejar bus pukul 3 dini hari ke Vilnius, ibukota Lithuania. Petugas di tourist information section memberitahu kami bagaimana menuju bus station, dan dia menyarankan agar kami menunggu bus di stasiun kereta api. Stasiun kereta api beroperasi selama 24 jam dan jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun bus. Untuk membunuh waktu, kami berjalan-jalan di sekitar stasiun kereta api dan stasiun bus.. mungkin pemandangan di waktu pagi/ siang cukup bagus.. namun di malam hari.. gereja yang ada di sana nampak seperti kastil tempat drakula, hehehe.... Karena dingin, akhirnya kami memutuskan kembali ke stasiun kereta api dan sebelum pukul 3 pagi, sambil mengecharge hape di toilet, hehehe... Sebelum pukul 3, kami sudah ada di stasiun bus. Tidak banyak penumpang bus waktu itu, hanya saja kondisi busnya tidak cukup bagus :( but seperti biasa, saia selalu bisa tidur dalam kondisi kendaraan seperti apapun >.<

Pagi-pagi kami sudah sampai di Vilnius, dan memutuskan untuk menunggu pagi di stasiun bus. Kami menuju ke tourist information center yang berada di stasiun kereta api untuk mendapatkan map dan informasi seputar Vilnius. Kami mendapatkan info juga kalau stasiun kereta api buka 24 jam, dan memutuskan untuk kemudian bermalam di sana. Untuk ransel, ada locker penitipan barang. Karena kami berdua, kami ambil locker yang besar yang bisa menampung 2 ransel karena hitungannya lebih murah. 




bersambung, mo kuliah dulu ya..

Rabu, 07 Desember 2011

Jika anda sedang berjalan-jalan ke Stockholm, Swedia; sempatkanlah untuk berkunjung ke Riksdaghuset atau kantor parlemen-nya Swedia. Gedung parlemen yang terletak di Gamla Stan cukup mudah ditemukan, dan tentu saja menjadi atraksi yang menarik bagi para turis (terlebih bagi mereka yang ingin mengetahui sistem politik di Swedia). Untuk mengunjungi gedung parlemen, tidak dipungut bayaran (gratis) dan tersedia pula guide tour yang juga tidak dipungut bayaran. Namun, anda harus datang sedikit lebih awal karena harus melewati security check yang cukup ketat. Tidak hanya itu saja, tas harus disimpan di locker yang sudah disediakan dan kamera boleh dibawa namun tidak boleh mengambil foto dengan menggunakan flash.

Keterbukaan dan transparansi merupakan salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan demokrasi di Swedia. Hal ini tercermin dari adanya pengawasan publik dalam pelaksanaan politik di Swedia. Sidang parlemen terbuka untuk umum, sehingga publik bisa mengikuti jalannya sidang parlemen.

Mengunjungi Parlemen Swedia tentu saja menjadi hal yang tidak bisa saya lewatkan ketika datang ke Stockholm. Beruntungnya, ketika itu bertepatan dengan adanya sidang parlemen jadi saya bisa melihat secara langsung jalannya sidang parlemen. Sebelum menuju ke tempat duduk untuk para visitor jalannya sidang, saya tak melewatkan kesempatan untuk ke toilet (maklum toilet gratis, mengingat untuk mencari toilet yang tak berbayar cukup sulit). Saya tiba-tiba dikejutkan dengan bunyi alarm, mau tidak mau saya menjadi panik karena saya masih di dalam toilet. Namun tentu saja kebutuhan biologi saya memaksa saya untuk tetap bertahan di sana. Ketika saya keluar, bertepatan dengan rombongan orang-orang yang menuju ruangan sidang bahkan kami hampir bertabrakan dengan salah seorang di antaranya.

Tiba di tempat duduk yang sudah disediakan, seorang laki-laki paruh baya yang saya temui di security check berkata, "Di ruangan ini ada Perdana Menteri Swedia. Kamu tahu yang mana?" Terus terang saya tidak mengikuti perpolitikan di negara-negara Scandinavia ini, dan tentu saja saya tak tahu siapa nama PM Swedia, bahkan wajahnya. Untuk meyakinkan saya bertanya pada lelaki tersebut, "Ough, jadi PM Swedia ada di sini? Terus terang saya tidak tahu PM Swedia." Agak malu juga mengakuinya, namun harus jujur tentu saja ^__^ "Coba kamu tebak yang mana dia." Hmm, cukup sulit juga namun saya serahkan pada feeling saya dan akhirnya saya menunjuk ke seseorang yang tadi sempat hampir saya tabrak. "Iya benar, bagaimana kamu bisa tahu." Tidak menyangka juga ternyata tebakan saya benar, dan saya hanya tersenyum kecil saja sambil bercanda, "Saya cukup pintar dalam menebak."

Akhirnya saya tahu, ternyata bunyi alarm tadi adalah alarm yang memberitahukan bahwa PM datang. Namun ini tentu saja berbeda dengan kondisi di tanah air dimana pengawalan untuk pejabat negara seperti presiden pasti cukup ketat. Sementara di sini, hanya ada alarm dan bahkan hampir saja saya menabrak beliau.

Saya mengikuti jalannya sidang, meski saya tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi karena kendala bahasa. Yang saya tahu, proporsi perempuan dalam parlemen cukup baik, dimana proporsi perempuan dan laki-laki hampir seimbang.