Pages
coz I want to breakfree
Sabtu, 09 Maret 2013
| Senado Square |
Labels: backpacker, macau
Jumat, 08 Maret 2013
Labels: backpacker, macau
Akhirnya jadi juga rencana backpacker ke Macau dan Hongkong. Tiketnya sudah dibeli sejak tahun lalu, dan sebetulnya sempat berpikir untuk membatalkan karena thesis, konferensi dan magang. Namun akhirnya jadi juga.. meski saya harus mengubah jadwal kepulangan (dari semula tanggal 5 menjadi tanggal 3 Maret). Tentunya, harus merogoh kocek lagi, semula harga tiket pp 3,900 THB, karena merubah tiket harus menambah 1,100 THB. Ini adalah solo backpacker saya kedua di tahun ini.
| patung di dekat lobby utama the Venetian |
| in somehow, it reminds me of the memory in Venezia, Italy. I miss that city a lot |
| pertunjukan musik |
| Fortune of Diamond @ Galaxy |
| saat pertunjukkan, fortune diamond akan bercahaya |
Saturday and eve of public holiday: 11:00 am to 10:45 pm
Each show lasts approximately three minutes and runs alternately at 15 minutes intervals
Labels: Asia, backpacker, Luar Negeri, macau, traveling
Jumat, 08 Februari 2013
Labels: backpacker, Danau Toba, Medan
Senin, 13 Agustus 2012
| tanda pengenal masuk di Museum of Siam |
Perjalanan pertama untuk mengetahui sejarah Thailand (Siam) dimulai dengan menonton film di Gallery 1: Immersive Theather. Di sini akan dikenalkan 7 karakter, yang nantinya akan lebih banyak diketahui di beberapa gallery yang lain.
(bersambung)
Labels: jalan-jalan, Thailand
Senin, 16 Januari 2012
Akhirnya pesawat Ryan Air yang saya tumpangi, sampai di Kaunas, Lithuania setelah menempuh kurang lebih 2,5 jam perjalanan dari Tampere. Kaunas adalah kota terbesar kedua di Lithuania. Bandara Kaunas tidak terlalu besar, namun cukup memadai. Bandara ini beroperasi selama 24 jam, jadi jika ingin berkunjung ke Kaunas dengan penerbangan malam, bisa stay di bandara sambil menunggu pagi. Tidak hanya itu saja, ada tourist information section, dimana anda bisa bertanya-tanya.
Saya dan Wanna tidak berlama-lama di Kaunas karena kami harus mengejar bus pukul 3 dini hari ke Vilnius, ibukota Lithuania. Petugas di tourist information section memberitahu kami bagaimana menuju bus station, dan dia menyarankan agar kami menunggu bus di stasiun kereta api. Stasiun kereta api beroperasi selama 24 jam dan jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun bus. Untuk membunuh waktu, kami berjalan-jalan di sekitar stasiun kereta api dan stasiun bus.. mungkin pemandangan di waktu pagi/ siang cukup bagus.. namun di malam hari.. gereja yang ada di sana nampak seperti kastil tempat drakula, hehehe.... Karena dingin, akhirnya kami memutuskan kembali ke stasiun kereta api dan sebelum pukul 3 pagi, sambil mengecharge hape di toilet, hehehe... Sebelum pukul 3, kami sudah ada di stasiun bus. Tidak banyak penumpang bus waktu itu, hanya saja kondisi busnya tidak cukup bagus :( but seperti biasa, saia selalu bisa tidur dalam kondisi kendaraan seperti apapun >.<
Pagi-pagi kami sudah sampai di Vilnius, dan memutuskan untuk menunggu pagi di stasiun bus. Kami menuju ke tourist information center yang berada di stasiun kereta api untuk mendapatkan map dan informasi seputar Vilnius. Kami mendapatkan info juga kalau stasiun kereta api buka 24 jam, dan memutuskan untuk kemudian bermalam di sana. Untuk ransel, ada locker penitipan barang. Karena kami berdua, kami ambil locker yang besar yang bisa menampung 2 ransel karena hitungannya lebih murah.
bersambung, mo kuliah dulu ya..
Labels: backpacker, Eropa, jalan-jalan, Lithuania
Rabu, 07 Desember 2011
Jika anda sedang berjalan-jalan ke Stockholm, Swedia; sempatkanlah untuk berkunjung ke Riksdaghuset atau kantor parlemen-nya Swedia. Gedung parlemen yang terletak di Gamla Stan cukup mudah ditemukan, dan tentu saja menjadi atraksi yang menarik bagi para turis (terlebih bagi mereka yang ingin mengetahui sistem politik di Swedia). Untuk mengunjungi gedung parlemen, tidak dipungut bayaran (gratis) dan tersedia pula guide tour yang juga tidak dipungut bayaran. Namun, anda harus datang sedikit lebih awal karena harus melewati security check yang cukup ketat. Tidak hanya itu saja, tas harus disimpan di locker yang sudah disediakan dan kamera boleh dibawa namun tidak boleh mengambil foto dengan menggunakan flash.
Keterbukaan dan transparansi merupakan salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan demokrasi di Swedia. Hal ini tercermin dari adanya pengawasan publik dalam pelaksanaan politik di Swedia. Sidang parlemen terbuka untuk umum, sehingga publik bisa mengikuti jalannya sidang parlemen.
Mengunjungi Parlemen Swedia tentu saja menjadi hal yang tidak bisa saya lewatkan ketika datang ke Stockholm. Beruntungnya, ketika itu bertepatan dengan adanya sidang parlemen jadi saya bisa melihat secara langsung jalannya sidang parlemen. Sebelum menuju ke tempat duduk untuk para visitor jalannya sidang, saya tak melewatkan kesempatan untuk ke toilet (maklum toilet gratis, mengingat untuk mencari toilet yang tak berbayar cukup sulit). Saya tiba-tiba dikejutkan dengan bunyi alarm, mau tidak mau saya menjadi panik karena saya masih di dalam toilet. Namun tentu saja kebutuhan biologi saya memaksa saya untuk tetap bertahan di sana. Ketika saya keluar, bertepatan dengan rombongan orang-orang yang menuju ruangan sidang bahkan kami hampir bertabrakan dengan salah seorang di antaranya.
Tiba di tempat duduk yang sudah disediakan, seorang laki-laki paruh baya yang saya temui di security check berkata, "Di ruangan ini ada Perdana Menteri Swedia. Kamu tahu yang mana?" Terus terang saya tidak mengikuti perpolitikan di negara-negara Scandinavia ini, dan tentu saja saya tak tahu siapa nama PM Swedia, bahkan wajahnya. Untuk meyakinkan saya bertanya pada lelaki tersebut, "Ough, jadi PM Swedia ada di sini? Terus terang saya tidak tahu PM Swedia." Agak malu juga mengakuinya, namun harus jujur tentu saja ^__^ "Coba kamu tebak yang mana dia." Hmm, cukup sulit juga namun saya serahkan pada feeling saya dan akhirnya saya menunjuk ke seseorang yang tadi sempat hampir saya tabrak. "Iya benar, bagaimana kamu bisa tahu." Tidak menyangka juga ternyata tebakan saya benar, dan saya hanya tersenyum kecil saja sambil bercanda, "Saya cukup pintar dalam menebak."
Akhirnya saya tahu, ternyata bunyi alarm tadi adalah alarm yang memberitahukan bahwa PM datang. Namun ini tentu saja berbeda dengan kondisi di tanah air dimana pengawalan untuk pejabat negara seperti presiden pasti cukup ketat. Sementara di sini, hanya ada alarm dan bahkan hampir saja saya menabrak beliau.
Saya mengikuti jalannya sidang, meski saya tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi karena kendala bahasa. Yang saya tahu, proporsi perempuan dalam parlemen cukup baik, dimana proporsi perempuan dan laki-laki hampir seimbang.
Labels: jalan-jalan, stockholm, swedia
about me
- ria permana sari
- an ordinary in the extra ordinary world. a day dreamer and a feminist wanna be
Labels
- Asia (1)
- backpacker (8)
- bandung (1)
- bogor (1)
- cambodia (3)
- culinary (1)
- Danau Toba (1)
- Eropa (1)
- hongkong (3)
- jalan-jalan (10)
- Lithuania (1)
- Luar Negeri (1)
- macau (3)
- makan (1)
- Medan (1)
- one day trip (1)
- stockholm (1)
- swedia (1)
- Thailand (10)
- traveling (1)
- victoria park (1)
- Vietnam (2)
- wisata (2)